5 Jenis Kebaya Tradisional Khas Indonesia

Zaman dahulu, kebaya hanya dipakai oleh perempuan ningrat di tanah jawa, seperti contohnya di Yogyakarta dan juga surakarta, Jawa tengah.

Pakaian yang dipadupadankan dengan kain atau songket ini diserap dari kata coba atau kabaai yang berasal dari bahasa arab.

Secara sederhana yang artinya pakaian atau atasan yang menutupi tubuh. Namun juga ada makna  di balik pakaian yang satu ini.

Kebaya yang saat ini menjadi bagian dari kebudayaan khas indonesia juga memiliki makna kesederhanaan, kepatuhan dan juga tindak-tanduk perempuan yang lemah lembut.

Saat memakai jenis pakaian kebaya, perempuan seringkali diharuskan memakai jarik, atau kain yang membuat tubuh dengan ketat, sehingga akan menyulitkan jika untuk bergerak.

Itu sebabnya perempuan jawa sangat identik dengan perilaku lemah lembut.

Nah, berikut ini ada 5 jenis kebaya tradisional khas Indonesia yang sering dipakai untuk menghadiri berbagai jenis acara :

1. Kebaya Encim

kebaya encim

Kebaya encim ini merupakan perpaduan busana sanghai khas china dengan kebaya khas melayu. Dengan model kerah V yang dihiasi dengan bordiran sepanjang kerah hingga sampai bawah, kebaya yang satu ini banyak dipakai untuk acara wisuda.

Kebaya encim muncul sebagai bentuk akulturasi kebudayaan Betawi, Melayu, Tionghoa, dan juga Belanda pada abad ke 19.

Dengan sebutan aslinya adalah kebaya nyonya. Sebutan nyonya sangat mengacu pada kebanyakan para penggunanya, Yaitu para nyonya pembesar dari kalangan atas, baik penduduk tempat maupun Belanda.

Harga kebaya encim cukup sangat mahal bagi sebagian besar perempuan tempatan. Pemakaian kebaya encim juga terbatas pada peristiwa penting atau hari raya.

2. Kebaya Jawa

kebaya jawa

Jenis kebaya yang satu ini dikenal juga dengan kebaya kartini. Kain yang dipakai terlalu tipis yang sehingga juga perlu memakai kemben atau daleman.

Cirinya yang terletak pada bagian kerahnya dengan bentuk V. Dan pastinya jenis kebaya jawa ini sudah familiar di mata orang Indonesia.

3. Kebaya Kutu Baru

kebaya kutubaru

Kebaya kutu baru ini umumnya sama dengan kebaya yang lainnya. Hanya saja, ada tambahan kain di bagian dada hingga sampai perut untuk menghubungkan sisi kanan dan juga sisi kiri yang sehingga terlihat akan lebih tradisional.

Kebaya kutu baru memang sangat dikenal dengan banyaknya model dan juga motifnya, yang sehingga akan membuat anda bingung ketika hendak memilihnya. 

Namun anda tak perlu merasa khawatir, karena setiap bahan bisa anda desain dengan melakukan pencarian model di Internet terlebih dahulu.

Kebaya kutu baru sendiri adalah lapisan kain yang menghubungkan lipatan di bagian tengah kebaya. Kebaya klasik yang satu ini sudah dikenal sejak zaman dulu, sebagian besar ibu negara kita adalah salah satu pengguna kebaya kutu baru.

Meski kebaya ini dikenal sebagai pakaian resmi yang formal, seiring perubahan zaman kebaya juga akan mengalami perubahan dan modernisasi.

4. Kebaya Kartini

kebaya kartini

Model kebaya kartini ini pada dahulunya dipakai oleh perempuan ningrat saat era R.A Kartini. Jadi, kebaya jawa juga sangat identik dengan sebutan kebaya kartini.

Potongan dari jenis kebaya yang satu ini mirip dengan kebaya encim, yang membedakannya adalah lipatan dari bagian dada. Kebaya kartini juga memiliki ciri khas yakni :

  • Memiliki model kerah yang dilipat keluar dengan kelepak kerah yang memanjang dari bagian leher hingga sampai ujung kebaya.
  • Tidak ada kutub baru atau kain tambahan di bagian tengah kebaya yang menghubungkan bagian kiri dan bagian kanan kebaya.
  • Cenderung sangat polos dan juga minimalis.
  • Bagian leher yang melalui yang melalui dada hingga sampai tepi bagian bawah kebaya, dan biasanya diberi tambahan penyet.
  • Dibagian tepi bawah kebaya biasanya dihias dengan benang emas.

Untuk info fashion uptodate lainnya bisa dilihat di bergaya.id

5. Kebaya Jumputan

kebaya jumputan

Kebaya jumputan juga sering disebut dengan kebaya kartini modern. Bentuk kebaya jumputan sebenarnya hampir sama seperti kebaya kutu baru modern.

Hanya saja beberapa kebaya jumputan ada yang memiliki dalaman di perut yang biasanya berbeda warna dengan kebayanya. namun, seiring dengan berkembangnya zaman, model kebaya jumputan pun menjadi tidak terbatas lagi.

Jadi kebaya dapat didefinisikan sebagai blus yang berlengan panjang dan biasa dikenakan bersama dengan kain sarung, kain batik, maupun kain songket.

Keberadaan kebaya di Indonesia sendiri secara garis besar memiliki makna dan juga fungsi yang cukup istimewa.

Bukan hanya sebatas pakaian sebagai penutup tubuh, akan tetapi juga bisa dikatakan sebagai wujud kesederhanaan dari masyarakat indonesia.

Berdasarkan desain dan juga potongannya, jenis kebaya tradisional yang berkembang hingga sampai saat ini sebenarnya dapat dibagi dalam berbagai macam varian. Yang diantaranya seperti yang sudah kami bahas diatas.